Selasa, 15 September 2026

Tiga Hari Menyusuri Jejak Keilmuan Islam di Palangkaraya

 

Tiga Hari Menyusuri Jejak Keilmuan Islam di Palangkaraya

Oleh: Muhamad Fatoni

 


Perjalanan dinas ke Palangkaraya kali ini bukan sekadar agenda menghadiri rapat. Di balik rangkaian acara Musyawarah Nasional (Munas) Mudir Ma’had Al-Jami’ah dan Musabaqah Ilmiah Antar Mahasantri PTKIN se-Indonesia, tersimpan banyak gagasan penting tentang masa depan pesantren kampus, pendidikan karakter, dan pengembangan keilmuan Islam.

Kegiatan tersebut berlangsung pada 18–20 Agustus 2026 di Hotel Luwansa dan UIN Palangkaraya. Delegasi berangkat dari UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung untuk mengikuti forum nasional yang mempertemukan para pengelola Ma’had Al-Jami’ah dari berbagai PTKIN di Indonesia.

 

Perjalanan Panjang Menuju Palangkaraya

Perjalanan dimulai pada Selasa dini hari, 18 Agustus 2026. Sekitar pukul 02.00 WIB, rombongan berangkat dari kampus menuju Bandara Juanda, Surabaya. Perjalanan darat memakan waktu kurang lebih tiga jam.

Bagan 1 Tiba Di Bandara Palangkaraya

Sesampainya di bandara sekitar pukul 05.00 WIB, rombongan menunaikan salat Subuh dan sarapan sebelum mengikuti berbagai prosedur penerbangan. Pesawat kemudian berangkat pada pukul 07.10 WIB dan tiba di Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya, sekitar pukul 09.00 WIB.

Setibanya di Palangkaraya, rombongan disambut oleh panitia. Dari bandara, peserta langsung diarahkan menuju lokasi kegiatan untuk melakukan registrasi, check-in, dan beristirahat sebelum mengikuti agenda pembukaan pada malam hari.

 

Pembukaan Munas dan Gagasan Besar tentang Ma’had

Setelah beristirahat, menunaikan salat, dan makan malam, para peserta menuju aula di lantai dua Hotel Luwansa Palangkaraya. Sekitar pukul 19.30 WIB, acara pembukaan Munas resmi dimulai.

Bagan 2 Delegasi UIN SATU saat pembukaan

Pembukaan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan-sambutan, pengarahan, serta pembinaan dari pejabat dan tokoh yang terkait dengan pengembangan pendidikan Islam di Indonesia.

Ketua Asosiasi Mudir Ma’had Al-Jami’ah Nasional (AMMAN), Dr. KH. Abdul Hadi, M.Ag., menyampaikan laporan pelaksanaan munas sekaligus harapan agar Ma’had Al-Jami’ah tidak dipandang hanya sebagai pelengkap di lingkungan perguruan tinggi. Menurutnya, ma’had harus ditempatkan sebagai bagian penting dan sejajar dengan unit-unit lain di kampus.

Pesan tersebut menjadi salah satu gagasan utama dalam kegiatan ini. Ma’had bukan sekadar tempat tinggal mahasiswa, melainkan ruang pembinaan keagamaan, pembentukan karakter, dan pengembangan tradisi intelektual Islam.

Wakil Rektor I UIN Palangkaraya kemudian menyampaikan sambutan selamat datang. Ia mengucapkan terima kasih atas kepercayaan AMMAN yang telah memilih UIN Palangkaraya sebagai tuan rumah. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam pelayanan, seraya menegaskan bahwa pihak kampus dan panitia telah berusaha memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh peserta.

Acara dilanjutkan dengan pengarahan dari Direktur Pesantren Direktorat Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Dr. Basnang Said, M.Ag. Ia mengangkat tema “Redefinisi Ma’had Al-Jami’ah PTKIN: Dari Tradisi Pesantren menuju Ekosistem Keilmuan Islam Transformatif.”

Bagan 3 Dokumentasi Bersama Dr. Basnang Said., S.Ag., M.Ag.

Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa Ma’had Al-Jami’ah perlu menggabungkan kekuatan tradisi pesantren dengan kebutuhan pendidikan modern. Mahasiswa tidak hanya perlu mendapatkan tempat tinggal yang nyaman, tetapi juga pembiasaan akhlak, kajian turats, penguatan spiritualitas, serta wawasan keilmuan yang mampu menjawab tantangan zaman.

Dengan demikian, ma’had diharapkan dapat menjadi benteng moral sekaligus pusat pengembangan keilmuan Islam yang dinamis.

 

Berdiskusi dalam Tiga Komisi

Pada Rabu, 19 Agustus 2026, rangkaian Munas dilanjutkan dengan sidang komisi. Peserta dibagi ke dalam tiga komisi sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Komisi A diikuti oleh para mudir atau pimpinan Ma’had Al-Jami’ah. Pembahasannya berfokus pada penguatan kelembagaan dan otoritas strategis AMMAN. Forum ini membicarakan bagaimana posisi ma’had dapat semakin kuat dalam struktur perguruan tinggi keagamaan Islam.

Bagan 4 Dokumentasi Komisi B

Komisi B diikuti oleh para sekretaris ma’had atau pejabat yang memiliki tugas sejenis. Pembahasan utama komisi ini adalah transformasi kurikulum dan pengembangan ekosistem keilmuan ma’had. Salah satu tantangannya adalah belum seragamnya struktur dan nomenklatur Ma’had Al-Jami’ah di setiap perguruan tinggi.

Sementara itu, Komisi C membahas kolaborasi strategis dan penguatan riset Ma’had Al-Jami’ah. Komisi ini mendorong terjalinnya kerja sama antar-pengelola ma’had, khususnya dalam menghasilkan penelitian yang berkaitan dengan kehidupan, pendidikan, dan pengembangan pesantren kampus.

Setelah sidang komisi selesai, seluruh peserta berkumpul dalam sidang pleno. Pembahasan berlangsung cukup panjang dan serius. Berbagai usulan dari masing-masing komisi dibahas bersama hingga menghasilkan sejumlah rekomendasi.

Rekomendasi tersebut diharapkan dapat memperkuat peran, kedudukan, dan fungsi Ma’had Al-Jami’ah sebagai bagian integral dari perguruan tinggi keagamaan Islam.

 

Dari Asrama Menjadi Pusat Pembentukan Karakter

Pada malam harinya, kegiatan Munas ditutup. Acara penutupan dihadiri oleh Rektor UIN Palangkaraya, Prof. Dr. H. Ahmad Dakhoir, S.H.I., M.H.I., serta Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Amien Suyitno, M.Ag.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. H. Amien Suyitno menyampaikan materi bertema “Menegaskan Posisi Ma’had Al-Jami’ah dalam Struktur PTKIN: Dari Asrama ke Pusat Transformasi Keilmuan dan Karakter.”

Bagan 5 Dokumentasi Bersama Prof. Dr. Amien Suyitno, M.Ag.

Tema ini menggambarkan arah baru pengembangan ma’had. Ma’had tidak seharusnya berhenti sebagai tempat tinggal mahasiswa. Lebih dari itu, ma’had perlu menjadi lingkungan pendidikan yang menumbuhkan tradisi belajar, kedisiplinan, akhlak, kepemimpinan, dan kepedulian sosial.

Jika dikelola dengan baik, ma’had dapat menjadi ruang penting untuk membentuk mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial.

 

Istighosah dan Doa untuk Kalimantan

Setelah penutupan Munas, rombongan melanjutkan agenda pada Kamis, 20 Agustus 2026 dengan mengunjungi UIN Palangkaraya.

Kunjungan tersebut diisi dengan istighosah dan doa bersama sebagai bentuk keprihatinan atas musibah kebakaran hutan dan lahan yang melanda wilayah Kalimantan. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam urusan akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan kemanusiaan.

Melalui doa bersama, para peserta berharap agar masyarakat yang terdampak diberikan keselamatan dan agar bencana tersebut segera berakhir.

 

Menutup Perjalanan dengan Mengenal Palangkaraya

Sebelum kembali ke Tulungagung, rombongan menyempatkan diri mengunjungi beberapa tempat di Palangkaraya, salah satunya Wisata Air Hitam. Kunjungan singkat ini menjadi momen untuk mengenal lebih dekat suasana alam dan kehidupan masyarakat setempat.

Bagan 6 Depan Rumah Dinas Palangkaraya

Bagan 7 Bundaran Besar Palangkaraya

Bagan 8 Wisata Kuliner Kampung Lauk Tepi Sungai Kalayan

Bagan 9 Wisata Sungai Hitam

Sekitar pukul 15.00 WIB, rombongan kembali menuju bandara untuk melanjutkan perjalanan pulang.

Perjalanan selama tiga hari tersebut meninggalkan kesan yang cukup mendalam. Selain memperluas jaringan kerja sama antar-pengelola Ma’had Al-Jami’ah, kegiatan ini juga membuka wawasan tentang pentingnya memperkuat posisi ma’had di lingkungan perguruan tinggi.

Pada akhirnya, ma’had bukan hanya tentang tempat tinggal mahasiswa. Ma’had adalah ruang untuk belajar hidup, membangun karakter, merawat tradisi keilmuan Islam, dan mempersiapkan generasi yang mampu menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai luhur pesantren.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tiga Hari Menyusuri Jejak Keilmuan Islam di Palangkaraya

  Tiga Hari Menyusuri Jejak Keilmuan Islam di Palangkaraya Oleh: Muhamad Fatoni   Perjalanan dinas ke Palangkaraya kali ini bukan seka...