Maftukhin:
Pemimpin Visioner, Inklusif, dan Berorientasi Peradaban
Saya pertama kali mengenal beliau ketika menempuh pendidikan
strata satu pada Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) di STAIN
Tulungagung. Pertemuan itu bukan terjadi di ruang perkuliahan, melainkan dalam
kegiatan “Sekolah Gender” yang diselenggarakan oleh organisasi ekstra kampus,
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Sunan Ampel. Pada saat
itu, beliau menjadi pemateri yang menyampaikan gagasan mengenai posisi
perempuan dalam Islam.
Sejak pertemuan pertama itu, saya melihat beliau sebagai sosok yang humoris, komunikatif, inklusif, sekaligus visioner. Beliau menyampaikan materi dengan gaya yang kritis, filosofis, namun tetap santai dan penuh humor. Gaya seperti itu tampaknya melekat kuat dalam dirinya, baik ketika berpidato, memberi sambutan, maupun menjadi pemateri, bahkan setelah beliau menjabat sebagai rektor. Pertemuan tersebut meninggalkan kesan yang mendalam bagi saya. Beliau adalah pribadi yang rendah hati, humoris, komunikatif, inklusif, tetapi tetap kritis dan memiliki pandangan jauh ke depan.





