خُطْبَةُ
الْجُمُعَةِ
1447 H / 2026 M
Syawal Bulan Peningkatan???
الحَمْدُ
لِلَّهِ الَّذِيْ بِنِعمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتِ الَّذِيْ هَدَانَا لِهَذَا ,
وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلاَ أنْ هَدَانَا اللهُ ، أشْهَدُ أنْ لاَإلَهَ
إلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ , الَّذِيُ خَصَّنَا بِخَيْرِ كِتَابٍ
أُنْزِلَ, وَأَكْرَمَنَا بِخَيْرِ نَبِىٍّ أُرْسِلَ, وَأَتَمَّ عَلَيْنَا
النٍّعْمَةَ بِأَعْظَمِ دِيْنِ اْلإسْلاَمِ ، أليَوْمَ أكْمَلْتُ لَكُمْ
دِيْنَكُمْ وَأتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَكُمُ اْلإسْلَمَ
دِيْنًا ، وَ أشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ أَدَّى
اْلأَمَانَةَ وَبَلَّغَ الرِّسَالَةَ وَنَصَحَ اْلأُمَّةَ وَتَرَكْنَا عَلىَ
اْلمَحَجَّةِ اْلبَيْضَاءِ لَيْلُهَا كَنَــهَارِهَا ، لاَيَزِيْغُ عَنْهَا إلاَّ
هَالِكٌ, أللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
النَّبِيِّ اْلكَرِيْمِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحَابَتِهِ الطَّاهِرِيْنِ وَمَنْ
تَبِعَهُمْ بِإحْسَانٍ إلَى يَوْمِ الدِّيْنِ . أمَّا بَعْدُ, فَيَا عِبَادَ
اللهِ ! اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إلاَّ وَأَنْتُمْ
مُسْلِمُوْنَ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
Hadirin Jama’ah Shalat Jum’at
yang dimuliakan Allah...
Pada kesempatan jum’at yang penuh keberkahan ini, khatib mengajak kepada pribadi khatib khususnya, dan kepada jama’ah sekalian umumnya, untuk senantiasa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Swt. Karena dengan iman dan taqwa kita akan menjadi pribadi yang beruntung di dunia, lebih-lebih di akhirat.
Jama’ah jum’at yang
dimuliakan Allah,
Saat ini kita masih berada di
suasana bulan Syawal, bulan yang menjadi penanda bagi kemenangan umat muslim,
setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa dan ibadah lainnya selama bulan
suci Ramadhan. Allah Swt. Berfirman:
ﵟوَلِتُكۡمِلُواْ
ٱلۡعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمۡ وَلَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ
185 ﵞ
Artinya: “Dan hendaklah
kalian sempurnakan bilangan (hari puasamu) dan hendaklah kalian Agungkan Allah
atas apa yang Dia telah tunjukan kepada kalian supaya kalian menjadi
orang-orang yang bersyukur.” (Qs. Al-Baqarah (2); 185)
Setelah kita menyempurnakan
bilangan hari puasa, ada yang 29 hari, ada juga yang berkeyakinan 30 hari, maka
puncaknya adalah mengagungkan Allah Swt. Pengagungan Allah Swt. Ditandai dengan
bacaan takbir yang dibaca oleh umat muslim, sejak tenggelamnya matahari di
akhir Ramadhan hingga pagi hari menjelang didirikannya shalat idul fitri.
Jama’ah jum’at yang
dimuliakan Allah,
Yang demikian itu, sudah
jamak, menjadi tradisi di tengah-tengah kehidupan kita, khususnya muslim
Indonesia. Namun, tentunya, harapan dari ayat ini bukan sekadar formalitas
belaka. Lebih dari itu, adalah terwujudnya “Syawal” dalam pribadi tiap individu
umat muslim. Syawal dalam arti peningkatan. Peningkatan kesadaran setiap kita
sebagai makhluk yang diciptakan untuk tunduk dan patuh pada perintah-Nya,
menjauhi segala larangan-Nya, meningkat secara kuantitas ibadah kita, meningkat
secara kualitas ibadah kita, meningkat keshalihan indivu, dan tentunya
keshalihan sosial kita.
Maka, momentum idul fitri, di
bulan Syawal adalah kesempatan tepat bagi kita untuk kembali melihat,
mengoreksi, bermuhasabah, atas karunia usia kita yang telah kita jalani
bersama. Karena setiap kita memiliki kontrak dengan Allah, memiliki perjanjian
dengan-Nya, saat berada di alam Ruh. Allah Swt. Mengingatkan:
ﵟوَإِذۡ أَخَذَ
رَبُّكَ مِنۢ بَنِيٓ ءَادَمَ مِن ظُهُورِهِمۡ ذُرِّيَّتَهُمۡ وَأَشۡهَدَهُمۡ عَلَىٰٓ
أَنفُسِهِمۡ أَلَسۡتُ بِرَبِّكُمۡۖ قَالُواْ بَلَىٰ شَهِدۡنَآۚ أَن تَقُولُواْ يَوۡمَ
ٱلۡقِيَٰمَةِ إِنَّا كُنَّا عَنۡ هَٰذَا غَٰفِلِينَ 172ﵞ
Artinya: “Dan ingatlah Ketika Tuhanmu, mengeluarkan
dari tulang punggung anak cucu Adam, keturunan mereka dan Allah mengambil
kesaksiannya terhadap mereka sendiri (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini
Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi.” (Kami
melakukannya) agar pada hari kiamat kamu (tidak) mengatakan, “Sesungguhnya kami
lengah terhadap hal ini”. (Qs. Al-A’raf; 173).
Jama’ah jum’at yang dirahmati Allah,
Tanda bahwa kita ‘idul fitri’ adalah meningkatnya
kualitas pribadi kita sebagai hamba yang berkewajiban kepada-Nya untuk tunduk,
patuh, menyembah kepada-Nya. Karena itu, tujuan akhir dari puasa adalah menjadi
pribadi yang muttaqin, pribadi yang bertaqwa kepada Allah. Salah satu tandanya
adalah menjadi hamba yang pandai bersyukur sebagaimana ayat dalam Surat
Al-Baqarah di atas yaitu “la’allakum tasykurun”, supaya kalian semuanya
bersyukur.
Apa itu Syukur? Syukur secara sederhana artinya
berterima kasih. Para ulama membagi Syukur menjadi tiga macam, Syukur bilqalbi,
Syukur billisan, dan Syukur bilarkan.
Syukur bilqalbi, hati kita menyadari bahwa semua
nikmat itu sesunggunya bersumber dari Allah Swt., kesadaran hati itu akan
mendorong lisan untuk bersyukur dengan mengucap alhamdulillahirabbil’aalamin.
Setelah hati menyadari akan nikmat Allah, lisan
mengucap Tahmid, maka hal itu belum sempurna manakala tidak diikuti dengan
Syukur bilarkan, Syukur dengan anggota tubuh kita yakni dengan memanfaatkan
seluruh potensi yang ada, untuk digunakan sesuai dengan keinginan sang pemberi
nikmat, yakni Allah Swt.
Jama’ah jum’at yang dimuliakan Allah,
Orang yang pandai bersyukur akan ditambahkan
kenikmatannya, sebaliknya, mereka yang kufur akan dirubah kenikmatan tersebut
menjadi siksa menyakitkan. Allah berfirman:
ﵟوَإِذۡ تَأَذَّنَ رَبُّكُمۡ لَئِن شَكَرۡتُمۡ لَأَزِيدَنَّكُمۡۖ وَلَئِن كَفَرۡتُمۡ
إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٞ 7 ﵞ
Artinya: “Dan ingatlah Ketika Tuhanmu memaklumkan,
“Sungguh jika kalian semua bersyukur pasti aku akan menambahkan (nikmat-Ku)
kepada kalian, dan sungguh jika kalian kufur (ingkar) akan nikmat-Ku,
sesungguhnya adzab-Ku, sangatlah pedih.” (Qs. Lukman; 7)
Jama’ah jum’at yang dimuliakan Allah,
Sebagaimana disebutkan dalam surat Al-Baqrah bahwa
puncak dari pengagungan terhadap Allah Swt. Adalah bersyukur kepadanya.
Bersyukur atas semua keadaan yang kita alami dan terjadi pada diri kita, maka
semoga di momentum Syawal ini, kita menjadi pribadi yang pandai bersyukur,
sehingga dengan Syukur tersebut kualitas hidup kita kan diperbaiki oleh Allah
Swt. Aamiin
بارك
الله لي ولكم فى القرأن الكريم ونفعني وإياكم بما فيه من الأيات والذكر الحكيم
وتقبل مني تلاوته إنه هو البر الرؤوف الرحيم وقل رب اغفر وارحم وأنت خير الراحمين
الخطبة الثاني
اْلحَمْدُ
للهِ عَلىَ اِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ.
وَاَشْهَدُ
اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ , تَعْظِيْمًا
لِشَأْنِهِ, وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
الدَّاعِى اِلىَ رِضْوَانِهِ اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى
اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثيْرًا. اَمَّا بَعْدُ فَياَ
اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا اَمَرَ ,وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى
وَزَجَرَ. وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ
بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ ,
وَثَـنَى بِمَلآئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ
يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ
وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ
سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ
اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ
اَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَانَ وَعَلِىّ وَعَنْ بَقِيَّةِ
الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ
اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ
الرَّاحِمِيْنَ. اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ
وَاْلمُسْلِمَاتِ اْلاَحْيآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ إنك سميع قريب مجيب الدعوات اللَّهُمَّ اَعِزَّ
اْلاِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ, وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ,
وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيْنَ, وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ,
وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ, وَ دَمِّرْ اَعْدَاءَالدِّيْنِ ,وَاعْلِ
كَلِمَاتِكَ اِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ
وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا
ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ
اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ
فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا
لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ
عِبَادَاللهِ
! اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ
وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ
تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ
نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاْلحَمْدُ للهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْن
Tidak ada komentar:
Posting Komentar