Jumat, 29 Januari 2021

Babak Kedua Kehidupan Bapak

 

Babak Kedua Kehidupan Bapak



Babak kedua kehidupan bapak dimulai setelah kembalinya bapak ke alam sadarnya pasca kecelakaan yang hampir saja merenggut nyawanya. Demikian saya menyebutnya. Mengapa? Karena persis setelah kecelakaan tersebut, bapak masih menjalani aktifitas sebagaimana sebelumnya, namun ada beberapa aktifitas yang kemudian dilepasnya karena memang kondisi yang tidak memungkinkan.

Rasa syukur tentu semestinya kami sekeluarga lakukan mengingat pertolongan yang besar di balik ujian berat tersebut. Bapak masih diberikan kesempatan untuk kembali berkumpul bersama keluarga, mendampingi dan mendidik keluarga, tentu dengan kemampuan yang masih tersisa.

Benar apa yang disampaikan pak Endro waktu itu, bahwa pasca operasi tentu bapak tidak bisa kembali sebagaimana semula. Ibarat tulang yang telah retak, meskipun telah dilakukan operasi atau “sangkal putung,” tetap saja tidak akan sempurna sebagaimana pada awalnya.

Kamis, 28 Januari 2021

KKN VDR Gel-1 2021

 

KKN VDR Gel-1 2021

IAIN Tulungagung, Kampus Dakwah dan Peradaban



Awal 2021 menjadi moment kedua bagi saya mendampingi mahasiswa KKN Virtual Dari Rumah yang dilaksanakan oleh mahasiswa IAIN Tulungagung. Pemilihan model KKN VDR ini tentu tidak bisa dilepaskan dari kondisi yang saat ini masih belum memungkinkan untuk dilaksanakannya KKN dengan model sebelumnya mengingat pandemic Covid-19 masih menunjukkan grafik yang belum bersahabat.

Tentu ada hal-hal yang dirasa kurang dibanding dengan KKN sebelumnya. Namun, kenyataan ini tidak boleh menyurutkan semangat mahasiswa dan DPL dalam menjalankan kerja-kerja pengabdian untuk memberikan warna di tengahnya beragam kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara dengan wilayah yang membentang luas dari Sabang sampai Merauke.

Rabu, 27 Januari 2021

Bapak Kembali Ke Dunia

 

Bapak Kembali Ke Dunia



Kecelakaan yang terjadi waktu itu benar-benar membuat keluarga merasa shock, pasalnya kejadian itu merupakan kecelakaan berkendara bapak untuk pertama kalinya. Kecelakaan yang menyebabkannya tidak lagi diizinkan berkendara motor hingga akhir hayatnya.

Cukup lama bapak mengalami koma di rumah sakit dan dilanjutkan ke-“tidak sadaran”-nya di rumah. Bapak yang saat itu harus menjalani operasi di bagian kepala kanannya karena ada pembekuan darah di kepala harus rela kehilangan sebagian batok kepalanya. Dengan petunjuk dokter batok kepala itu dikubur terlebih dahulu di maqbarah sebelum akhirnya lima belas tahun kemudian bapak menyusulnya.

Saya tidak ingat persisnya berapa bulan bapak tidak sadarkan diri. Hanya ingat lama sekali. Bahkan saat bapak ditanya kejadian sebelum mengalami kecelakaanpun bapak tidak ingat. Padahal menurut cerita dari keluarga,-karena saya tidak di rumah kala itu, bapak baru saja mengikuti khatmil qur’an di tetangga rumah, tepatnya di rumah adik dari mbah putri saya yang telah meninggal saat ibu masih kecil.

Selasa, 26 Januari 2021

Tak Semua yang Mengulurkan Tangan, Bermaksud Menolongmu

 

Tak Semua yang Mengulurkan Tangan, Bermaksud Menolongmu



Artikel ini ditulis bukan untuk menyudutkan seseorang, merasa kecewa dengan takdir, atau memengaruhi seseorang untuk bersikap “su’udzzan” pada setiap orang yang mengulurkan tangannya. Artikel ini sekedar sebagai bahan bagi kita dan para pembaca untuk bijak dalam menyikapi setiap peristiwa, apapun bentuknya, dengan berusaha positif thinking bahwa semua yang terjadi merupakan bagian dari skenario takdir-Nya dengan segudang hikmah di baliknya.

Kecelakaan tersebut memberikan pelajaran kepada kami sekeluarga bahwa seberapapun berharganya harta, namun kesehatan lebih utama dan berharga. Kami keluarga sederhana dengan berbagai keterbatasan materi. Bapak dan kakak sedikit demi sedikit menyisihkan penghasilannya untuk membeli ternak sebagai tabungan.

Senin, 25 Januari 2021

Iki Mu’jizat

 

Iki Mu’jizat



Mu’jizat merupakan kejadian luar biasa yang diluar nalar umumnya, terjadi pada diri seorang Nabi atau Rasul. Ia diberikan sebagai dukungan Allah, Sang Pemberi Wahyu sebagai bentuk pembenaran atas pengakuan seseorang sebagai Nabi atau Rasul. Dengan mu’jizat para Nabi dan Rasul semakin merasa percaya diri dan mantap atas tugas yang diembannya untuk menyeru umat agar kembali kepada Allah, Rabbul Alamin.

Selain mu’jizat adalagi kejadian luar biasa yang dialami oleh calon Nabi atau Rasul. Dalam dunia literature aqidah kejadian ini biasanya disebut dengan irhas.

Kejadian luar biasa yang tidak bisa dinalar akal manusia pada umumnya juga bisa terjadi pada diri seorang yang dipilih Allah sebagai kekasih-Nya, “wali.” Kelebihan ini disebut dengan karamah, kemulyaan yang diberikan kepada hamba-hamba beriman yang terpilih sebagai “auliya,” yang mereka disifati Al-Qur’an dengan “Laa Khaufun ‘Alaihim Walaahum Yahzanuun,” tidak ada rasa takut ataupun rasa susah bagi mereka.

Minggu, 24 Januari 2021

Kecelakaan yang Hampir Merenggut Nyawa

 

Kecelakaan yang Hampir Merenggut Nyawa



Hampir setiap hari selepas sholat Maghrib Bapak keluar rumah untuk melakukan kegiatan rutinnya di madrasah pondok, maupun madrasah di Masjid (yang saat itu masih Musholla) di dekat rumah. Mulai dari malam Senin-Kamis, Jum’at mengikuti kegiatan Yasin di lingkungan dan malam Minggu kegiatan Usbu’iyah. Itulah jadwal rutin bapak di setiap harinya.

Mungkin karena sudah menjadi ruhnya, meski setiap petang berangkat ke sawah, pulang siang, setelah dhuhur merumput sampai ashar, rasa capek tidak lagi terasa. Belum lagi kegiatan-kegiatan di lingkungan lainnya seperti takhtimul qur’an, mujahadah 40 harian  dan sebagainya yang kerap kali mengharuskan bapak pulang larut malam. Kegiatan yang telah menjadi darah daging bagi beliau yang tidak bisa dipisahkan hingga akhir hayatnya.

Sabtu, 23 Januari 2021

Kecintaan Bapak kepada Ilmu

 

Kecintaan Bapak kepada Ilmu



Secara formal bapak memang tidak berpendidikan tinggi. Bapak hanya sekolah di jenjang SD, itupun menurut cerita beliau, yang saya belum pernah melihat ijasahnya secara resmi. Apakah bapak benar-benar telah menamatkan pendidikannya selama belajar di jenjang dasar ataukah tidak, hanya beliau yang tahu.

Bapak pernah cerita kepada saya mengenai sekolah formalnya, yang karena wilayahnya saat itu minim dan berada di daerah pegunungan, dengan berbagai keterbatasannya, beliau mengikuti pembelajaran di SD satu-satunya yang ada di daerahnya yang bercorak nashrani. Kondisi di daerah bapak-pun saat itu,-menurut cerita beliau sebelum meletusnya G30 S PKI , masih jarang ada orang yang sholat. Islamnya kebanyakan masih KTP, sedang kesehariannya masih belum menunjukkan kebiasaan muslim yang sesungguhnya.

Dzulqa’dah Simbol Istiqamah

  Ř®ُŘ·ْبَŘ©ُ الْجُŮ…ُŘąَŘ©ِ 1447 H / 20 26 M Dzulqa’dah Simbol Istiqamah   الحَŮ…ْŘŻُ...