Babak Kedua Kehidupan Bapak
Babak kedua kehidupan bapak dimulai setelah kembalinya bapak ke
alam sadarnya pasca kecelakaan yang hampir saja merenggut nyawanya. Demikian
saya menyebutnya. Mengapa? Karena persis setelah kecelakaan tersebut, bapak
masih menjalani aktifitas sebagaimana sebelumnya, namun ada beberapa aktifitas
yang kemudian dilepasnya karena memang kondisi yang tidak memungkinkan.
Rasa syukur tentu semestinya kami sekeluarga lakukan mengingat
pertolongan yang besar di balik ujian berat tersebut. Bapak masih diberikan
kesempatan untuk kembali berkumpul bersama keluarga, mendampingi dan mendidik
keluarga, tentu dengan kemampuan yang masih tersisa.
Benar apa yang disampaikan pak Endro waktu itu, bahwa pasca operasi tentu bapak tidak bisa kembali sebagaimana semula. Ibarat tulang yang telah retak, meskipun telah dilakukan operasi atau “sangkal putung,” tetap saja tidak akan sempurna sebagaimana pada awalnya.
