Yo, Tak Pangestoni, Ning Golek’o Dewe
Pada awalnya saya memang tidak memiliki keinginan untuk belajar di
bangku perkuliahan. Saya lebih tertarik untuk mempelajari ilmu-ilmu di
pesantren terutama karena saya mungkin sangat terkesan dengan figure “kyai,”
saat masih ngaji di pesantren. Namun, takdir berbicara lain sehingga saya
mengenyam pendidikan di perguruan tinggi hingga berhasil menyelesaikannya tepat
waktu dan alhamdulillahnya dengan nilai yang memuaskan.
Di jenjang S1, saya menyelesaikan proses perkuliahan beberapa bulan lebih cepat dari teman-teman seangkatan. Bila teman-teman menyelesaikannya pada kisaran bulan Juni-Agustus, saya menyelesaikan semuanya dan menjalani sidang skripsi di bulan April. Tentu, di antara hal yang mendorong saya adalah supaya bisa segera melakukan hal lain di luar kuliah.

