Tak Semua yang Mengulurkan Tangan, Bermaksud Menolongmu
Artikel ini ditulis bukan untuk menyudutkan seseorang, merasa
kecewa dengan takdir, atau memengaruhi seseorang untuk bersikap “su’udzzan”
pada setiap orang yang mengulurkan tangannya. Artikel ini sekedar sebagai bahan
bagi kita dan para pembaca untuk bijak dalam menyikapi setiap peristiwa, apapun
bentuknya, dengan berusaha positif thinking bahwa semua yang terjadi merupakan
bagian dari skenario takdir-Nya dengan segudang hikmah di baliknya.
Kecelakaan tersebut memberikan pelajaran kepada kami sekeluarga bahwa seberapapun berharganya harta, namun kesehatan lebih utama dan berharga. Kami keluarga sederhana dengan berbagai keterbatasan materi. Bapak dan kakak sedikit demi sedikit menyisihkan penghasilannya untuk membeli ternak sebagai tabungan.

