Sabtu, 19 September 2020

Nopo Bade Dados Tiyang Mriki?

 

Nopo Bade Dados Tiyang Mriki?



Perjalanan hidup bapak selama mondok di Pesantren Mamba’ul ‘Ulum penuh dengan lika-liku. Banyak hal yang harus dilalui demi untuk menggapai cita-citanya belajar ilmu agama. Ilmu yang diminatinya semenjak masih kecil.

Karena berangkat dengan segala keterbatasan, bapak banting tulang untuk mempertahankan hidup, sekedar untuk mengganjal isi perut dengan bekerja/kasab di tetangga pondok, dan terakhir “ngenger” di kediaman Mbah Baijuri.

Bapak mau kerja apapun asal halal dan tidak menggannggu jam “ngaji” di pondok. Jika ada benturan dengan jam ngaji bapak lebih baik meninggalkan pekerjaan itu meskipun sangat membutuhkannya. Ini menjadi prinsip yang tertanam di hatinya karena tujuan utamanya adalah belajar ngaji di pondok, bukan untuk bekerja mencari uang.

Rabu, 16 September 2020

Teori Penerjemahan

 

Teori Penerjemahan

Sebuah Pengantar dalam Mata Kuliah Terjemah Indonesia Arab



Penerjemahan merupakan kegiatan untuk mengalihkan makna dari satu bahasa ke bahasa lainnya. Kegiatan ini dilakukan untuk memudahkan para penuntut ilmu yang memiliki kendala dalam memahami bahasa tertentu ke dalam bahasa yang lebih dipahaminya.

Dalam mata kuliah terjemah Indonesia-Arab, maka penerjemahan dilakukan sebagai upaya untuk memindahkan/mengalihkan makna dari bahasa Indonesia ke bahasa Arab. Pada kasus ini, bahasa Indonesia berlaku sebagai bahasa sumber, sedang bahasa Arab sebagai bahasa sasaran.

Bahasa sumber merupakan bahasa asal dimana kita ingin mengalihkan bahasa tersebut ke bahasa lain, sedang bahasa sasaran adalah bahasa yang kita tuju. Bahasa Indonesia adalah bahasa asal yang ingin kita alihkan ke bahasa Arab sebagai bahasa sasaran/tujuan.

Minggu, 13 September 2020

Goro-Goro Endas

 

Goro-Goro Endas



Sebagai santri yang ngenger, kerja apapun dilakukan oleh Bapak, asalkan bisa makan dan tidak mengganggu proses belajarnya. Mulai dari kerja sekedar membersihkan lingkungan rumah, sampai membantu bekerja di sawah dan lainnya.

Bapak adalah tipe orang yang mau bekerja apa saja tanpa meremehkan setiap pekerjaan. Bagi beliau asal halal dan tidak merendahkan martabat dengan meminta-minta/mengemis, semua pekerjaaan itu tetap mulia. Hanya saja memang ada sebagian orang yang menganggap pekerjaan lain sebagai pekerjaan rendah, misalnya karena dianggap mengotori badan, baju dan sebagainya. Tetapi, sesungguhnya semua pekerjaan itu asal halal dan tidak membuat “cacat diri” adalah pekerjaan mulia.

Sabtu, 12 September 2020

Mondok Sambil Kasab Lan Ngenger

 

Mondok Sambil Kasab Lan Ngenger



Sebagai santri pondok tugas utama bapak adalah belajar dan mengaji. Mempersiapkan dengan sebaiknya kualitas diri agar sepulang dari pondok bisa bermanfaat dan memberikan warna bagi kehidupan masyarakatnya. Hal ini semestinya ada dalam pribadi tiap santri yang sedang menempa diri di pondok.

Dalam bahasa Arab pondok diistilahkan dengan kata معهد yang merupakan bentuk isim makan, bisa juga isim zaman. Jika dianggap sebagai isim makan, maka maknanya adalah tempat berjanji, sedangkan bila disebut sebagai isim zaman maknanya adalah waktunya berjanji/masa berjanji.

Pondok merupakan tempat berjanji seorang murid untuk patuh, taat pada ustadznya serta tempat megikat janji pada dirinya, keluarga, masyarakat dan ustadznya untuk menuntut ilmu sebaik-sebaiknya. Meluangkan sebagian besar waktunya untuk mengkaji kitab suci serta seluruh kitab-kitab agama untuk mendapatkan pemahaman yang benar mengenai tuntunan hidup yang sesungguhnya. Pondok bukan sekedar tempat untuk berpindah tidur dan makan. Sekedar mencari tempat “melek-an” tanpa muthala’ah dan hafalan.

Jumat, 11 September 2020

Cerita Awal Mula di Pondok

 

Cerita Awal Mula di Pondok



Perantauan mencari pondok yang sebelumnya tidak jelas setelah beberapa kali singgah di beberapa tempat pada akhirnya membuahkan hasil. Pilihan bapak jatuh pada pesantren yang kala itu masih belum seberapa ramai di tempat yang masih agak sepi dengan jalanan yang ala kadarnya. Pondok Pesantren Mamba’ul Ulum/Doktrenmu Sempu yang lebih populer dengan nama Pondok Sempu.

Menurut riwayat pondok ini dulunya ada di wilayah desa Mangunan, tetapi karena sesuatu dan lain hal, pondok ini dipindahkan di daerah yang kemudian diberi nama Sempu, masuk ke Desa Sukorejo Udanawu. Nama sempu diambil dari nama pohon sempu yang saat itu ada di tempat dimana pesantren ini dibangun.

Kamis, 10 September 2020

Bapak Pamit Mondok

 

Bapak Pamit Mondok



Kecintaan bapak pada ilmu telah muncul semenjak kecil. Terbukti, setiap kali nilainya kalah dengan yang lain, ada rasa kecewa dalam hatinya yang kemudian memicunya untuk lebih keras lagi belajar sehingga mampu mengimbangi bahkan melampaui.

Sebagaimana sebelumnya telah saya tulis, bahwa masyarakat di daerah bapak tinggal waktu itu masih jauh dari pusat peradaban. Masyarakatnya masih minus baik dalam hal pendidikan, terlebih masalah agama. Satu-satunya sekolah pun yang terjangkau adalah milik saudara nashoro yang tentunya memiliki corak, tipe dan karakteristik yang berbeda dengan pendidikan Islam.

Masa Kecil Bapak

 

Masa Kecil Bapak



Terlahir di daerah terpencil di wilayah pegunungan pada kisaran tahun 1950-an, bisa diperkirakan bagaiamana bapak menjalani masa kecilnya. Daerah yang jauh dari hiruk-pikuk kehidupan kota yang penuh dengan glamour. Daerah yang masih sulit aksesnya, mengandalkan hasil buminya untuk mencukupi kehidupan sehari-harinya.

Bapak sering cerita bahwa si Mbah hanya petani biasa dengan sepetak sawah. Selain itu juga menjalani kerja serabutan bila ada orang yang meminta untuk membantu pekerjaannya. Mbah sering ikut kelompok “ketoprak” sehingga kata Bapak, Si Mbah banyak menghafal cerita-cerita dan tokoh-tokoh pewayangan.

Dzulqa’dah Simbol Istiqamah

  خُطْبَةُ الْجُمُعَةِ 1447 H / 20 26 M Dzulqa’dah Simbol Istiqamah   الحَمْدُ...