Nopo Bade Dados Tiyang Mriki?
Perjalanan hidup bapak selama mondok di Pesantren Mamba’ul ‘Ulum
penuh dengan lika-liku. Banyak hal yang harus dilalui demi untuk menggapai
cita-citanya belajar ilmu agama. Ilmu yang diminatinya semenjak masih kecil.
Karena berangkat dengan segala keterbatasan, bapak banting tulang
untuk mempertahankan hidup, sekedar untuk mengganjal isi perut dengan
bekerja/kasab di tetangga pondok, dan terakhir “ngenger” di kediaman Mbah
Baijuri.
Bapak mau kerja apapun asal halal dan tidak menggannggu jam “ngaji”
di pondok. Jika ada benturan dengan jam ngaji bapak lebih baik meninggalkan
pekerjaan itu meskipun sangat membutuhkannya. Ini menjadi prinsip yang tertanam
di hatinya karena tujuan utamanya adalah belajar ngaji di pondok, bukan untuk
bekerja mencari uang.


