Tercerabutnya
Ilmu
Dalam
salah satu h}adi>t} Rasulullah Saw bersabda:
عَنْ رَسُولِ اللَّهِ
صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَا
يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنَ النَّاسِ، وَلَكِنْ يَقْبِضُ
الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ، فَإِذَا ذَهَبَ عَالِمٌ، ذَهَبَ بِمَا مَعَهُ
مِنَ الْعِلْمِ، حَتَّى إِذَا لَمْ يَتْرُكْ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا
جُهَّالًا، فَسُئِلُوا، فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ، فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا»[1]
Artinya:
Dari rasu>lula>h Saw. ia bersabda: “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla
tidak akan mencabut ilmu dengan mencabutnya dari seseorang, tetapi Ia mencabut
ilmu dengan mewafatkan para ulama, ketika seorang alim pergi (wafat), dia pergi
bersama ilmu yang dimilikinya, sehingga saat tidak tersisa lagi seorang alim,
orang-orang menjadikan orang-orang bodoh sebagai pemimpinnya, mereka ditanya,
kemudian mereka memberikan fatwa tanpa ilmu, mereka sesat lagi menyesatkan.” (HR. Ali> al-Ja’diy)
Ilmu tidak
akan dicabut Allah Swt dari dunia ini dengan mencabutnya secara langsung,
menghilangkannya dari hati para ulama. Akan tetapi Allah akan mencabut ilmu itu
dengan mewafatkan para ulama yang memiliki ilmu tersebut.






