Jumat, 11 Agustus 2017

Ma’had al-Jami’ah IAIN Tulungagung Gandeng LP Ma’arif dan Himasal Tulungagung Sukseskan Program Madin Ma’had al-Jami’ah IAIN Tulungagung



Ma’had al-Jami’ah IAIN Tulungagung Gandeng LP Ma’arif dan Himasal Tulungagung Sukseskan Program Madin Ma’had al-Jami’ah IAIN Tulungagung

Jum’at, 11 Agustus 2017 Ma’had al-Jami’ah IAIN Tulungangung dibawah komando Dr. K.H. Muhammad Teguh Ridlwan, M.Ag., selaku Mudir Ma’had al-Jami’ah,  menggelar Rapat Koordinasi Peningkatan Manajemen Pembelajaran Ustadz/Ustadzah tahun ajaran 2017-2018. Seperti telah dimaklumi bahwa mulai tahun ini, IAIN Tulungagung menerapkan pembelajaran baru ala pesantren salaf dengan pembelajaran kitab turats. Untuk itu perlu dilakukan sejumlah persiapan demi suksesnya program besar yang diusung oleh Ma’had al-Jami’ah ini. Hadir dalam kesempatan ini rektor IAIN Tulungagung, Dr. H. Maftukhin, M.Ag., wakil rektor satu Prof. Dr. H. Imam Fuadi, M.Ag., Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. K.H. Achmad Patoni, M.Ag., sejumlah pejabat akademik kampus, perwakilan LP Ma’arif dan Himasal Tulungagung.

Kamis, 10 Agustus 2017

Takdir di Saat Peniupan Ruh



Takdir di Saat Peniupan Ruh

Persoalan takdir memang menjadi rahasia Allah. Baik buruknya nasib seorang manusia juga bergantung pada ketentuan yang telah ditetapkan-Nya. Tiada seorangpun yang tahu selain Dia. Sehebat dan setinggi apapun derajat seseorang tidak membuatnya bisa mengungkap rahasia takdir yang telah ditentukan dan dibuat oleh-Nya, Yang Maha Segalanya. 

Kerjasama



Kerjasama

Rapat koordinasi pagi ini diawali dengan sedikit pengarahan dan tausiyah dari Mudir Ma’had al-Jami’ah, Dr. K.H. Muhammad Teguh Ridlwan, M.Ag.. Inti dari tausiyah itu adalah perlunya kerjasama tiem dalam menjalankan seluruh aktifitas kema’hadan. Hal ini penting mengingat inti dari organisasi adalah adanya kerja tiem. Mental menjagakan harus dihilangkan dari diri setiap personil yang ada di dalamnya. Ibarat satu tubuh, satu sakit, yang lain juga turut merasakannya. Demikianlah kerjasama indah yang dibangun oleh struktur tubuh manusia.

Selasa, 08 Agustus 2017

Nadzrah



Nadzrah

Sebagian orang mungkin sudah akrab dengan istilah ini, namun tidak dengan sebagian yang lain. Istilah nadzrah berasal dari bahasa Arab نظر ينظر نظرة, yang secara bahasa memiliki arti melihat. Istilah ini merupakan serapan dari isim mashdar yang mengandung arti melihat dengan sungguh – sungguh.

Ya, istilah nadzrah mungkin jarang didengar oleh masyarakat awam secara umum, namun akrab di sebagian orang yang menekuni dunia spiritual dalam perjalanan menuju ke hadhrah qudsiyah-Nya Allah SWT. Nadzrah adalah pancaran radiasi batin yang dimiliki oleh seorang guru ruhani yang sampai pada maqam ‘kamil mukammil’, sempurna imannya dan mampu menyempurnakan iman santrinya hingga mencapai wushul ilallah

Dzikir



Dzikir

Secara sederhana dzikir artinya ingat. Dzikrullah artinya ingat Allah. Ingat bagaimana? Ya ingat kepada asma Allah, sifat – sifat-Nya, dan keagungan-Nya. Ingat dimanapun dan kapanpun berada. Dzikir penting artinya bagi setiap orang agar mendapatkan ketenangan hati, pikiran dan berbuah pada amal shalih.

Secara tegas al-Qur’an menyebutkan dalam Surat al-Ra’du (13); 28:

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ (28)

Artinya: (yaitu) orang – orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram. (Q.S. al-Ra’du (13); 28)

Resik Agawe Becik, Reget Agawe Mumet



Resik Agawe Becik, Reget Agawe Mumet

Bulan agustus menjadi salah satu bulan istimewa bagi bangsa ini. Bulan agustus menjadi bulan yang akan tetap terus dikenang dan dimeriahkan oleh karena fakta sejarah yang telah menggemparkan dunia. Bangsa Indonesia yang lama hidup dalam ketertindasan akibat kesewenang – wenangan bangsa kolonial, dengan semangat kemerdekaan, berhasil merebut dan memproklamirkan kemerdekaannya. Soekarno-Hatta, dua tokoh proklamator yang menempati kedudukan special di hati sanubari bangsa ini.

Senin, 07 Agustus 2017

Takdir di Lauhul Mahfudz



Takdir di Lauhul Mahfudz

Tidak ada hal yang terjadi dan dialami oleh manusia melainkan Allah mengetahuinya. Pun pula tidak ada sesuatu yang terjadi di dunia ini melainkan atas kehendak-Nya. Semua yang menimpa manusia pada hakikatnya telah tertulis secara jelas di lauhul mahfudz. Demikian informasi yang diberitakan oleh al-Qur’an dalam Surat al-Hadid (57); 22:

Dzulqa’dah Simbol Istiqamah

  خُطْبَةُ الْجُمُعَةِ 1447 H / 20 26 M Dzulqa’dah Simbol Istiqamah   الحَمْدُ...