Selasa, 24 Oktober 2017

Getirnya Perjuangan



Getirnya Perjuangan

Dalam riwayat Ibnu Ishaq disebutkan, “Pada siang hari, ketika matahari panas menyengat, Umayah membawa Bilal keluar. Kemudian di tanah Makkah yang berkerikil dia ditelentangkan, lalu Umayah berkata, ‘Letakkan batu di atas dadanya!’ Maka sebuah batu besar diletakkan di atas dadanya. Umayah berkata kepada Bilal, ‘Kamu akan terus seperti ini sehingga kamu mati atau tinggalkan ajaran Muhammad dan kembali menyembah Latta dan Uzza!’ Walaupun Bilal mendapat penyiksaan seberat itu, dia hanya mengucapkan, Ahad, Ahad, Ahad, Allah hanyalah satu’!” (Syaikh Muhammad Yusuf Rah.A., Kisah Teladan Sepanjang Zaman, 2008).

Tertatih dan Bangkit Lagi

Tertatih dan Bangkit Lagi

Tidak ada yang instan di dunia ini. Semua membutuhkan proses. Tidak mudah menjalani proses, tetapi bukan berarti tidak bisa. Hanya satu yang diperlukan, kemampuan bertahan dalam menjalani proses tersebut.

Menekuni dunia literasi bukanlah hal mudah. Diperlukan keseriusan dan ketelatenan. Menjaga semangat agar tetap terjaga adalah hal penting yang mesti terus diupayakan. Hambatan dan rintangan, pasti ada. Persoalan sesungguhnya bukan terletak pada persoalan itu sendiri, melainkan ketidak mampuan dalam menemukan solusi yang tepat dalam mengatasi persoalan tersebut.

Selasa, 17 Oktober 2017

Sudah Saatnya Wahidiyah Diangkat Allah


Sudah Saatnya Wahidiyah Diangkat Allah

Salah satu fatwa beliau Kanjeng Romo K.H. Abdoel Lathief Madjied R.A. yang disampaikan di sela Mujahadah Kubro, Resepsi Mujahadah yang digelar oleh Pengamal Shalawat Wahidiyah adalah “Sudah saatnya wahidiyah diangkat tinggi oleh Allah SWT”. Sudah saatnya para pengamal shalawat wahidiyah untuk mempersiapkan diri agar tidak terlempar dari bahtera besar yang dibangun oleh Kanjeng Romo K.H. Abdoel Lathief Madjied, R.A., Pengasuh Perjuangan Wahidiyah dan Pondok Pesantren Kedunglo al-Munadhdharah. Baik persiapan secara lahir lebih – lebih persiapan secara batiniyah.

Mujahadah Kubro adalah moment yang digelar oleh Yayasan Perjuangan Wahidiyah dan Pondok Pesantren Kedunglo Kediri untuk seluruh pengamal shalawat wahidiyah dari seluruh penjuru dunia. Tidak hanya yang ada di Indonesia, tetapi seluruh pengamal sampai manca negara.

Kiat Sukses Menjalani Hidup Berumah Tangga



Kiat Sukses Menjalani Hidup Berumah Tangga

Setiap pasangan yang membina rumah tangga pasti mengharapkan kesuksesan dalam membangun kehidupan barunya. Sukses dalam arti pelaksanaan, berupa mampu menjalani kehidupan bersama hingga maut yang memisahkan dan juga dalam arti mendapatkan kebahagiaan, baik di dunia lebih – lebih di akhirat. Hampir semua atau bahkan tidak ada seorangpun yang menginginkan rumah tangganya hancur.

Namun demikian, fakta menunjukkan bahwa banyak sekali pasangan yang membina kehidupan rumah tangga mengalami kegagalan. Gagal dalam arti pernikahannya hancur yang berujung pada perpisahan dan perceraian dan atau gagal dalam arti tidak mendapatkan kebahagiaan. Tentu hal itu akan menjadi pukulan bagi kedua pihak khususnya dan umumnya kedua keluarga. Karena itu untuk meminimalisir terjadinya hal tersebut, perlu dilakukan upaya – upaya agar keluarga baru yang dibangun memiliki pondasi kuat dan tidak mengalami kehancuran.

Rabu, 11 Oktober 2017

Problematika Kehidupan Rumah Tangga



Problematika Kehidupan Rumah Tangga

Banyak remaja beranggapan menikah itu gampang dan enak. Mereka mengira kehidupan rumah tangga nyaris tanpa problem yang harus diselesaikan. Barangkali ini disebabkan karena mereka menyangka kehidupan rumah tangga hanyalah sarana untuk memenuhi hasrat belaka. Selainnya tidak ada.
Nah, inilah yang mesti diluruskan. Nikah itu nikmat, tetapi juga memiliki seni di dalamnya. Seni kehidupan yang acapkali dibungkus oleh Allah dalam bentuk problematika di dalamnya. Menikah bukan hanya menyatukan dua hati, seorang suami dan istri. Tetapi lebih dari itu, menyatukan dua keluarga, dua kebiasaan yang berbeda dan lingkungan yang berbeda.

Selasa, 10 Oktober 2017

Memilih Pasangan Hidup



Memilih Pasangan Hidup

Sebagian remaja bingung menentukan pilihan pasangan hidupnya. Ini bukan hal aneh. Wajar bila seseorang merasa bimbang saat menentukan siapa yang akan mendampingi hidupnya. Beda halnya saat menentukan untuk menerima seseorang sebagai “pacar” nya.

Kenapa seseorang yang sedang menjalin hubungan asmara diluar nikah disebut dengan pacaran? Pernahkan anda mencoba untuk mencari jawabannya? Coba lihatlah tumbuhan yang dikenal luas sebagai “kembang pacar”. Apa yang anda temukan? Indah bukan? Segar sekali kelihatannya. Tetapi tahukah anda bahwa bunga pacar itu akan mudah layu? Ya, ia mudah untuk layu.

Senin, 09 Oktober 2017

Nikah: Kebutuhan atau Pilihan?



Nikah: Kebutuhan atau Pilihan?

Apakah anda seorang perjaka? Atau anda sudah menikah? Pernahkah anda berpikir tentang hakikat pernikahan? Adakah pernikahan itu sebuah kebutuhan bagi manusia atau ia adalah sebuah pilihan baginya?

Saat berada di tengah komunitas masyarakat, kita akan melihat kenyataan bahwa sebagian besar mereka menikah. Namun, di sisi lain, tidak jarang kita menyaksikan ada seorang yang betah berlama – lama melajang dan menjomblo. Entah apa motifnya, hanya dia dan Tuhannya yang kiranya mengetahui.

Pernikahan adalah sebuah ikatan kuat yang dibangun oleh dua orang yang telah mengambil komitmen untuk hidup bersama. Menapakai setiap tahapan kehidupan, hingga pada akhirnya kembali menghadap kepada Allah, Tuhan yang Maha Kuasa sebagai tempat kembali setiap yang bernyawa. Bukan kembali tanpa sebuah pertanggung jawaban, namun kembali kepada-Nya untuk mempertanggung jawabkan semua yang telah dikerjakannya selama di dunia.

Dzulqa’dah Simbol Istiqamah

  خُطْبَةُ الْجُمُعَةِ 1447 H / 20 26 M Dzulqa’dah Simbol Istiqamah   الحَمْدُ...